Bedebah uLung

seks…politic…and other

Angel Berhasil Membongkar Konspirasi Prof Chan

Posted by phito08 pada Maret 14, 2009

ANGEL yang baru saja menerima pesan David Hartanto Widjaja (21) segera menuju kampus. Ketika tiba, banyak garis polisi terpampang di pintu kampus. Ia bertanya-tanya, ada apa gerangan?

Seorang mahasiwa mengatakan bahwa ada mahasiswa bunuh diri dengan melompat dari lantai 4 gedung kampus. Angel bingung. Ketika mendekat, hatinya bergetar lalu berteriak histeris. Ternyata pria yang tewas itu adalah David, sahabatnya.

Beberapa saat kemudian Prof Chan keluar dengan bantuan alat medis seperti orang sekarat. Beberapa orang mencoba menenangkan Angel. Terlihat Zhou Zhang (24), saksi kasus itu, berdiri ketakutan menyaksikan kejadian tersebut. Prof Chan melirik Zhou. Dari matanya tersirat pesan agar Zhou menutup rapat rahasia ini.

Kematian David begitu memukul Angel. Padahal, gadis itu berpikir telah jatuh cinta pada pemuda ceria itu. Tapi dia merasa ada yang tidak beres. Tak mungkin David yang memiliki masa depan cemerlang harus bunuh diri. Dia bertekad mencari kebenaran.

Dua hari kemudian, Prof Chan meninggalkan rumah sakit. Ternyata lukanya tidak parah. Sementara Zhou yang menjadi saksi mata semakin gelisah. Prof Chan menelepon, kembali mengingatkan Zhou agar tidak macam-macam. Tapi Zhou merasa dirinya sangat hina dan memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Sebuah terjemahan dari Lianhe Wanbao melaporkan bahwa sebelum Zhou gantung diri di apartemen NTU Blok 101C Nanyang Heights, dia menjalankan ritual dengan membakar dupa di pintu apartemen.

Beberapa tetangga memperoleh kesan dia sedang menyesali sesuatu. “Dia selalu meninggalkan pintu terbuka. Kami sering melihat dia membakar dupa dan kertas,  berdoa di pintu masuk,” ujar seorang tetangga.

Setelah kematian Zhou, Prof Chan berpikir kini hidupnya akan damai karena semua yang terlibat dalam kematian David telah musnah. Dia tak menyadari ada orang yang selama berbulan-bulan terus mengumpulkan bukti-bukti mengenai kejanggalan tewasnya David.

Akhirnya Prof Chan mengeluarkan hasil penelitian yang direbut dari David. Angel yang sudah pernah membaca skripsi David dan pernah melihat demo penelitian yang ditunjukkan David melapor ke polisi. Dia menyerahkan semua bukti yang dikumpulkannya. Polisi pun melakukan investigasi ulang.

Ketika Prof Chan mulai menikmati hasil dari kelicikannya, tiba-tiba polisi menangkapnya. Dia tak bisa mengelak dari berbagai tuduhan.

Angel lega karena perkenalannya dengan David adalah sebuah pesan takdir nyata untuk membela masa depan David yang telah hilang. Kini semuanya bisa tenang. Angel pun bisa tenang melepas kepergian sahabatnya.

Kisah di atas hanya kisah fiktif dari Agnes Davonar yang dimuat di  http://www.agnesdavonar.net. Kisah tersebut terinspirasi peristiwa kematian David. “Tidak ada maksud apa pun selain ingin membuat kisah ini sebagai gambaran yang nyata di masa depan,” tulis Agnes Davonar di akhir kisahnya.

***

Penyelidikan terhadap kasus kematian David masih berlanjut. Belum ada pernyataan resmi dari kepolisian Singapura mengenai penyebab kematian mahasiswa cerdas asal Indonesia itu. Informasi terakhir dari Departemen Luar Negeri (Deplu) Indonesia menyatakan bahwa Deplu tidak khawatir atas isu-isu yang beredar mengenai tewasnya David.

Juru Bicara Deplu, Teuku Faizasyah, mengatakan, proses penyelidikan kasus seperti itu biasanya memakan waktu 5-6 bulan. Anggota Komisi I DPR RI Ali Mochtar Ngabalin menilai Deplu mandul dalam penyelesaian kasus tersebut.

Namun Direktur Perlindungan WNI dan BHI Deplu Teguh Wardoyo membantah tudingan itu. Menurutnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura tiba di lokasi kejadian kurang dari satu jam setelah kejadian. KBRI juga langsung berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Singapura. Juga memfasilitasi orangtua David ke lokasi kejadian dan mengatur prosesi kremasi jenazah.

Kata Teguh, Pemerintah Singapura menggolongkan kematian David sebagai kasus pidana. KBRI berjanji akan terus memantau kasus ini hingga tuntas, namun tetap menghormati hukum dan peraturan di Singapura sehingga tidak akan mencampuri urusan dalam negeri mereka. Ini sesuai dengan Pasal 16 Konvensi Wina 1961.(eddy mesakh)

kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: